Sama dengan situs lain, Twitter juga tidak menolerir adanya spam. Jika Twitter menjumpai aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah akun, pihak Twitter tak segan-segan menangguhkan sementara akun tersebut.
Karena itu, ketahuilah batasan-batasan dalam nge-tweet agar akun Anda tidak dicurigai sebagai akun spam karena banyak kasus Twitter menskors akun asli gara-gara mereka berperilaku layaknya spammer.
1. Mem-follow atau Meng-unfollow
Jika Anda mem-follow puluhan, ratusan hingga ribuan orang dalam jangka waktu yang pendek, maka akun Anda akan dinilai mencurigakan. Hal ini bisa saja terjadi jika Anda menggunakan aplikasi Twitter yang diperuntukkan untuk menjaring follower.
Kecurigaan pada akun Anda juga bisa terjadi tatkala Anda ingin menjadi seorang selebritas dengan meng-unfollow orang-orang yang Anda ikuti dan di saat yang sama meningkatkan rasio follower. Semua dalam waktu yang singkat.
Tips: Jangan mem-follow atau meng-unfollow lebih dari 100 orang dalam sehari.
2. Promosi atau Ngiklan Terus-terusan
Akun Anda bisa dicabut jika Anda memakainya untuk promosi terus-terusan, salah satunya ialah dengan memposting iklan secara rutin untuk mendapatkan uang. Mencoba mempromosikan diri sendiri dengan mencoba mem-follow akun-akun ber-follower banyak tanpa melakukan komunikasi dengan mereka juga menjadi salah satu alasan akun Anda di-suspend.
3. Mem-follow Akun yang ‘Salah’
Jutaan spammer menciptakan akun Twitter untuk melancarkan aksinya. Jangan follow akun-akun itu jika tak ingin Anda dicurigai sebagai salah satu dari mereka dan ujung-ujungnya di-suspend. Telah banyak kasus di mana Twitter memblokir akun asli gara-gara akun yang mereka follow sebagian besar adalah spammer.
Para pelaku spam menciptakan akun Twitter yang berbeda-beda dan saling mem-follow untuk meningkatkan jumlah follower agar berkesan meyakinkan. Jika jumlah user yang memblok Anda lebih banyak dibandingkan mereka yang mem-follow, maka Anda dicurigai sebagai spammer.
4. Memposting Konten Tak Senonoh
Memposting konten berbau rasis dan kekerasan ataupun berbau seksual berpotensi besar akun Anda ditangguhkan. Ngetweet tentang isu sensitif atau ‘menyerang’ seseorang di Twitter juga tidak diperbolehkan. Menulis sesuatu hanya agar muncul di hasil pencarian dan mempublish konten milik orang lain tanpa mencantumkan sumbernya juga dikategorikan sebagai spam.
Tipsnya, jauhi aksi-aksi yang identik dengan spam seperti:
• Sering sekali mereply akun-akun hanya agar terlihat memiliki koneksi dengan mereka. Menyertakan link yang tidak berhubungan dengan tweet Anda
• Ngetweet konten yang sama secara berulang-ulang
• Menautkan link yang sama dalam tweet yang berbeda-beda.
5. Phishing dan Pelanggaran Privasi
Mengumbar informasi sensitif milik orang lain termasuk dalam aksi pelanggaran privasi. Mencoba ‘menjual’ follower dan menautkan link pada program jahat (malicious content) guna merusak browser atau komputer orang lain adalah perilaku yang berbahaya. Sedangkan percobaan menjual username populer dengan tujuan untuk memblokir username lain yang akan memakai nama itu adalah bentuk penipuan
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9577951
Mr. Penulis Lepas
Cerita di sini diambil berdasarkan isi otak gue. Jadi, suka-suka gue ya :|
Rabu, 27 Maret 2013
Rabu, 30 Mei 2012
Kabar dari Medan
Tugas Akhir Membuat Berita dari Mata Kuliah Menulis Jurnalistik Elektronik
Nama : Willy Firdaus
NIM : 209210030
Kelas : A Nondik 2009/ Prodi Sastra Indonesia
Berita Pertama
Beberapa
alasan yang membuat museum ini seakan terlupakan adalah kurangnya perhatian
pemerintah terhadap perenovasian gedung-gedung yang sudah menua, koleksi-koleksi
yang terdapat di dalam museum pun sudah berumur cukup tua, tidak banyak
penambahan dan ada beberapa koleksi yang sudah rusak tapi tetap dipajang. Hal
itu membuat para pengunjung bosan untuk berkunjung ke lain waktu.
Di sepanjang dan sekitar taman, banyak pedagang kaki lima yang
berjualan. Sampah dari pedagang-pedagang ini terkadang di tinggal begitu saja
seusai mereka berjualan. Ditambah lagi para pengunjung yang membuang sampah di
sembarang tempat. Apalagi kolam air pancur yang terdapat di tengah-tengah taman,
airnya sudah sangat keruh. Tetapi malah dijadikan tempat mandi oleh anak-anak
jalanan yang bermain di sekitar taman. Jadi, jangan heran ketika Anda berkunjung
ke Taman Teladan, Anda akan menemukan sampah dimana-mana.
Kesadaran masyarakat Medan membuang sampah pada tempatnya memang masih
minim. Ini di perparah oleh kurangnya fasilitas seperti tempat pembuangan
sampah yang memadai. Tidak dijumpai adanya tong atau tempat sampah di beberapa
titik, hanya terdapat satu tempat pembuangan sampah di pintu masuk samping, itu
pun dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Sampahnya sudah menggunung dan
meluber hingga hampir menutupi jalan masuk samping. Mungkin ini juga menjadi
faktor masyarakat membuang sampah di sembarang tempat.
Nama : Willy Firdaus
NIM : 209210030
Kelas : A Nondik 2009/ Prodi Sastra Indonesia
Berita Pertama
Taman Buaya Asam Kumbang, Daya Tarik Kota Medan
Medan: Mengunjungi salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik di Kota Medan, Taman Buaya Asam Kumbang, Kamis (10/5) 16.00 WIB. Berbagai jenis
buaya dapat kita temui di sana.
Bagi
pencipta reptil jenis buaya, pasti Anda sudah mengenal Taman Buaya Asam
Kumbang. Karena, Taman Buaya Asam Kumbang merupakan taman reptil terbesar yang ada
di Indonesia. Terdapat sekitar dua ribu lebih reptil di sana, hingga ada beberapa
buaya yang hampir berumur 40 tahun.
![]() |
| Buaya yang berumur 37 tahun |
Taman ini
bermula dari hobi pria keturunan Tiong Ha, Lo Tham Muk yang memelihara hewan
reptil sekitar tahun 1959. Awalnya dia hanya memelihara dua belas ekor buaya
saja, namun terus berkembangbiak hingga mencapai ribuan ekor.
![]() |
| Puluhan ekor buaya sedang berjemur |
Taman
buaya ini terletak di Desa Asam Kumbang, Medan Sunggal, Sumatera Utara. Tidak
begitu jauh dari pusat Kota Medan, hanya memerlukan waktu satu jam untuk
menempuh perjalanan ke sana.
Hanya
dengan membayar tiket Rp. 2.000 untuk anak-anak dan Rp. 5.000 untuk orang dewasa,
para pengunjung yang datang dari berbagai daerah dapat berkeliling dan melihat
tingkah-laku hewan yang buas ini. Para pengunjung juga dapat berinteraksi
langsung dengan cara memberikan makan kepada buaya dengan membeli seekor itik
seharga Rp. 30.000 saja. Untuk lebih jelas, di bawah ini disajikan videonya.
Taman ini
buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dan pada saat musim liburan,
jumlah pengunjung dapat mencapai 300 orang per hari. (30/5)
Berita Kedua
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara yang Mulai Terlupakan
Medan: Museum yang terletak di Kota Medan
ini mulai terlupakan seiring berjalannya waktu. Padahal museum tersebut dulu merupakan
salah satu tempat wisata yang dibanggakan oleh warga Medan.
![]() |
| Halaman depan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara |
Museum
Negeri Provinsi Sumatera Utara diresmikan pertama sekali tanggal 19 April 1982
oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr, Daoed Yoesoef, namun peletakkan
koleksi pertama dilakukan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno tahun 1954
berupa makara. Sehingga museum ini lebih dikenal dengan nama Gedung Arca.
Secara
arsitektur, bentuk bangunan induk museum ini menggambarkan rumah tradisional
daerah Sumatera Utara. Pada bagian atap depan dipenuhi dengan ornamen dari
etnis Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias.
Museum
yang terletak di Jl. H.M. Joni no. 51 Medan ini dulu merupakan salah satu
tempat wisata yang sangat dibanggakan warga Medan. Namun, seiring berjalannya
waktu museum ini seakan-akan mulai terlupakan. Bahkan ada beberapa orang yang
Medan asli tidak mengetahui keberadaan museum ini. Hal itu sangat disayangkan
sekali, karena museum ini merupakan sumber pengetahuan nyata yang dapat kita
pelajari. Di bawah ini akan disajikan beberapa koleksi-koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.
![]() |
| Peralatan untuk hidup terbuat dari batu yang digunakan oleh manusia purba |
![]() |
| Alat transportasi air yang digunakan masyarakat Danau Toba |
![]() |
| Kain tenun dari suku Melayu |
![]() |
| Permaianan zaman dulu dari berbagai daerah di Indonesia |
![]() |
| Peti mati dari daerah Nias Selatan |
![]() |
| Fosil dari gajah purba |
Tindakkan pemerintah
dalam memajukan sektor parawisata saat ini memang mulai terlihat. Walaupun Museum
Negeri Provinsi Sumatera Utara ini kurang diminati wisatawan lokal, namun
beberapa wisatawan asing masih dapat menyempatkan waktunya untuk berjunjung ke
museum tersebut. Waktu berkunjung ke museum dimulai dari hari Selasa sampai hari Minggu, pukul 08.30-12.00 dan
13.30-17.00 dengan membayar tiket seharga Rp. 750 per orang. (30/5)
Berita Ketiga
Medan: Medan adalah kota metropolitan yang masih
berkutat dengan masalah kebersihan. Pemkot dituntut untuk lebih serius
menangani masalah kebersihan Taman Teladan Medan.
Taman Teladan merupakan salah satu tempat yang cocok untuk berekreasi melepaskan
penat setelah beraktifitas seharian. Namun, sekarang ini taman tersebut sudah
mulai tidak nyaman lagi untuk dikunjungi. Pasalnya sampah yang betebaran di
Taman Teladan mulai menggangu pemandangan mata kita. Padahal taman ini setiap
hari ramai di kunjungi oleh muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama teman
atau keluarga.
![]() |
| Kondisi Taman Teladan |
![]() |
| Para mahasiswa sedang belajar bersama |
![]() |
| Di malam hari tampak sampah bertebaran di Taman Teladan |
![]() |
| Anak-anak sedang berjualan di depan pintu masuk taman |
Pemko Medan harus bertindak lebih baik dalam memperhatikan kondisi ini. Keseriusan
Pemko Medan sangat dituntut dalam menciptakan suasana Medan yang bersih.
Medan adalah kota metropolitan yang sudah seharusnya bersih, sehat,
tertib, aman, dan rapi, bukan hanya sebatas slogan para pelaksana kota ini.
(30/5)
Senin, 28 Mei 2012
Kerajaan Jin (Fiktif)
Sore itu tampak hujan membasahi setapak jalanan di kota Jakarta. Hanya sedikit orang-orang yang berlalu-lalang di jalan saat itu. Aneh memang, padahal biasanya jalanan kota Jakarta begitu padat kini terlihat sepi. Suasana langit sore itu mengingatkan kejadian pada beberapa tahun lalu. Di mana ketika hujan seperti ini, terjadi kecelakaan di perempatan jalan menuju Cikampek. Mobil Kijang merah menabrak trotoar jalan hingga menyebabkan suara yang sangat mengejutkan penduduk sekitar. Tentu saja kondisi mobil dan pengemudinya sangat mengenaskan. Mobil remuk, pengemudi dan penumpang lain mengalami kecelakaan yang serius dan tak sempat untuk ditolong. Korban yang tewas pada kecelakaan itu ada tiga orang, dua pria dan satu wanita. Setelah mengecek ke TKP, dugaan pertama polisi adalah pengemudi dalam kondisi mabuk dan hilang keseimbangan, sehingga menabrak trotoar jalan. Namun, ada kejanggalan dalam kecelakaan itu, polisi tidak menemukan botol minuman keras ataupun obat-obatan terlarang pada saat itu. Sampai sekarang kecelakaan itu tak jelas penyebabnya, begitu juga keluarga korban sudah mengikhlaskan kejadian itu.
Memang kawasan jalanan tersebut terkenal cukup angker. Sering terjadi hal-hal aneh pada saat pengendara melewati jalan perempatan tersebut. Paranormal pun sempat didatangkan untuk melihat bagaimana aktifitas gaib di sana. Benar sekali, banyak terdapat mahkluk-mahkluk selain manusia di sana. Seperti ada sebuah kerajaan makhluk halus, dan mereka tidak senang kalau ada orang yang melewati jalanan tersebut. Sehingga mereka suka sekali mengganggu para pengguna jalan. Dengan menampakkan diri mereka langsung ke pengguna jalan. Ada juga yang membuyarkan pandangan pengendara mobil dan sepeda motor.
Rina dan Satrio merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan teman mereka. Mereka berdua adalah teman dari Danu yang mengalami kecelakaan mobil di trotoar angker itu. Rina merasa kepergian Danu sangat menyakitkan baginya, pasalnya Rina dan Danu memiliki kedekatan hubungan lebih dari teman. Satrio adalah sahabat Danu, dia juga tak bisa menerima kejadian tersebut begitu saja. Dengan rasa peduli terhadap Danu dan Rina, Satrio siap membantu Rina membuka kejanggalan kecelakaan yang dialami Danu.
Permulaan Rina dan Satrio mengunjungi rumah salah satu warga yang tinggal dekat dengan trotoar angker tersebut.
"Permisi, Pak. Saya Satrio dan ini Rina, kami teman dari pengemudi yang mengalami kecelakaan minggu lalu."
"Oh, iya iya ada apa ya Dek?" Tanya pria itu heran.
"Saya dan teman saya ini, masih belum menerima penyebab kecelakaan teman saya Danu itu. Polisi menyimpulkan bahwa Danu dalam kondisi mabuk pada saat itu. Setau saya, Danu bukanlah seorang peminum. Apalagi tidak ditemukan botol minuman keras di mobilnya. Bisa Bapak jelaskan apa kira-kira yang terjadi di sana?"
"Oh begini ya Dek. Sebenarnya saya dan warga sini juga sudah mengetahui apa sebenarnya penyebab kecelakaan itu. Mereka melewati kerajaan makhluk halus Dek. Tanpa ngucapkan permisi atau sembrono gitu. Mungkin mereka melihat sesosok wanita yang sering muncul tiba-tiba di jalan. Lalu banting stri dan menabrak trotoar."
"Kerajaan? Kerajaan apa Pak? Dan siapa wanita itu Pak" Tanya Rina kaget.
"Hmm... Kerajaan Jin, Dek. Wanita itu adalah anak dari raja jin di situ. Dia suka sekali mengganggu pengguna jalan." jawabnya pelan.
"Serius Pak? Masa masih ada sih hal-hal seperti itu di kota Jakarta ini." Tanya Danu tidak percaya.
"Iya Dek. Mungkin sudah lama kerajaan itu berdiri. Dari zaman penjajahan Belanda mungkin sudah ada. Tapi orang di sini, sudah terbiasa dengan hal itu. Kebanyakan kecelakaan terjadi dari orang-orang yang bukan berasal dari sini. Semacam permintaan korban gitu."
Mendengar cerita dari bapak itu, Rina dan Satrio mulai merinding. Tetapi, mereka akan baru memulai kegilaan ini dengan mendatangi lokasi kecelakaan Danu dan kawan-kawan lain, untuk memecahkan misteri dari perempatan jalan tersebut. Soalnya di dalam mimpi, Rina sering didatangi oleh Danu yang mengatakan bahwa arwahnya masih terjebak di tempat ia mengalami insiden kecelakaan maut tersebut. Semakin menambah ngeri situasi saat itu. Mereka tidak mempersiapkan apa-apa untuk datang ke lokasi tersebut, hanya dengan keyakinan penuh mereka siap menerima apapun risiko yang akan terjadi.
"Ya sudah entar malam, sekitar jam 11 kita ke sana. Kamu berani kan?" Tanya Satrio ke Rina.
"Agak takut sih, tapi ya ga mau kita harus tetap ke sana. Kamu ada kenalan orang pintar gitu? Bawa aja nanti ke sana ya Sat."
"Oh, ada ada. Mbah Sugeng, tetangga aku. Dia sepertinya bisa membantu kita. Entar aku ngomong sama dia."
Malam itu, Satrio mendatangi rumah Mbah Sugeng yang tidak beberapa jauh dari rumahnya. Mbah Sugeng memang cukup terkenal di daerah itu. Dia sering panggil ketika ada orang yang kesurupan. Terkadang ada juga orang yang berobat dan ada mencari peruntungan hidup dengannya. Tapi Mbah Sugeng menolak dipanggil dukun, dia lebih senang disebut orang yang diberi kemampuan lebih oleh Tuhan.
"Malam mbah, apa mbah ada waktu malam ini? Saya perlu bantuan mbah". Karna mbah 'orang yang pintar', dia sudah tahu maksud kedatangan Satrio malam itu.
"Hmm.. Oke Sat. Saya sudah tahu maksud kedatangan kamu. Ya sudah, entar saya kabarin lagi." Jawab Mbah Sugeng santai.
"Terimakasih banyak mbah, kalau soal biaya entar saya beri lebih deh."
"Tidak usah Sat, mbah juga ada keperluan lain di sana. Nanti kamu cukup sediain ayam kampung hitam satu ekor. Itu aja Sat. Ya sudah, mbah ada keperluan lain. Mbah pergi dulu."
"Oh terimakasih banyak mbah.". Satrio langsung bergegas mencari ayam kampung hitam yang disuruh oleh Mbah Sugeng tadi. Satrio menghubungi Rina kalau Mbah Sugeng sudah mau ikut nanti malam.
Rina sepertinya kelihatan ragu-ragu untuk ikut ke sana. Kondisi tubuhnya sedang tidak fit saat ini. Namun, demi rasa sayangnya kepada Danu, ia harus ikut dalam perjalanan misteri ini. "Danu adalah orang yang aku sayang, walaupun dia sudah tidak, dia akan tetap ada di ruang khusus di hatiku ini."
Bersama Mbah Sugeng, Satrio menjemput Rina dengan mobil di kediamannya, komplek perumahan Cempaka Asri. "Rin, siap-siap ya. Aku sama Mbah uda di jalan kerumahmu.". Rina langsung bersiap-siap dan menunggu di ruang tamunya. Orangtua Rina tidak mengetahui kalau Rina akan pergi ke sana. Pasti saja orangtua Rina tidak mengizinkannya. Rina hanya bilang kalau dia akan pergi menginap di rumah salah seorang temannya.
Setelah menjemput Rina, mereka langsung bergegas menuju lokasi maut tersebut. Sepanjang jalan menuju ke sana, Rina selalu terbayang oleh wajah Danu. Seolah-olah Danu sudah menunggu kedatangannya. "Mbah, apa benar arwahnya Danu masih dilokasi itu? Tanya Rina penasaran. "Benar Dek, arwahnya Danu 'tersangkut' di sono. Ada sosok jahat yang menahan arwahnya. Saya akan coba membebaskannya dengan izin Yang Maha Kuasa.". Rina sangat kaget mendengarnya, sama seperti mimpinya kalau Danu meminta dibebaskan dari tempat itu, seolah-olah dia sedang terpenjara.
Sesampainya di sana, terlihat Mbah Sugeng mulai mengadakan ritual. Dia membakar menyan dan memotong leher ayam yang dipesannya tadi kepada Satrio. Rina dan Satrio hanya terdiam melihatnya, mereka cukup ketakutan ketika melihat darah ayam itu bercucuran. Mbah Sugeng menyalakan rokok dan meletakkannya di piring kecil. Terdapat beberapa macam bunga di situ. Situasi yang sangat mencekam. Tiba-tiba si Mbah seperti berkomat-kamit dalam bahasa Jawa. Tak dapat dimengerti dan tak begitu jelas apa yang diucapkannya. Lalu dia bercerita kepada Rina dan Satrio kalau arwah Danu ditahan dan akan dinikahkan dengan anak dari kerajaan jin tersebut. Sontak saja Rina kaget mendengarnya.
"Tidak mungkin mbah, ini ga boleh terjadi!" Teriak Rina.
"Iya, Mbah juga tak akan membiarkan hal ini. Seharusnya arwah Danu sudah seharusnya kembali kepada-Nya. Saya akan berusaha untuk membebaskannya."
Rina begitu histeris saat ini. Dia terkulai lemas, dan perlahan matanya memerah. Tiba-tiba dia berbicara pelan. "Pergi.. Pergi kalian dari sini! Aku tak akan melepasnya!". Seperti ada sosok lain yang masuk ke dalam tubuh Rina. Dia merontah-rontah. Satrio langsung memegang erat tubuh Rina. Mbah Sugeng langsung mengambil posisi untuk berdialog dengan sosok yang ada di dalam tubuh Rina.
"Kamu sopo? Kenapa kamu mengganggu kami?" Tanya mbah memberi perlawanan.
"Koe yang sopo! Jangan mengusik ketenangan kami! Pergi koe! Dia (Danu) milikku! Aku akan menikah dengannya! Aku trisno dia!".
"Ora iso! Kamu iku jin! Menikahlah dengan kaummu! Bukan dengan dia!"
Sepertinya sosok yang masuk ke dalam tubuh Rina adalah anak dari kerajaan jin tersebut. Dia bersih-keras untuk menikah dengan Danu. Si mbah langsung melakukan gerakan dan berkomat-kamit tidak begitu jelas. Dia menyemburkan air rendaman bunga tujuh rupa ke wajah Rina. Beberapa detik kemudian Rina terkulai lemas dan perlahan sadar.
"Ada apa denganku Sat?" Tanyanya lemah.
"Tadi kamu dirasuki sama jin yang mau nikahi arwahnya Danu, Rin"
"Wah, terus apa yang dia bilang?" Tanya Rina penasaran.
"Jin itu bersihkeras mau menikah dengan arwahnya Danu. Dia ga suka akan kedatangan kita kemari. Tapi tadi si mbah akan berusaha membebaskan Danu kok, tenang aja."
Terlihat Mbah Sugeng memulai ritualnya kembali. Dia kelihatannya serius kali ini untuk melawan para jin yang menahan Danu. Suasana sangat mencekam saat itu, ditambah angin yang cukup kencang menambah suasana menjadi semakin mistis.
"Wahai kalian penguasa tempat ini! Tahukan kalian kalau Alloh lebih kuat dari kalian? Lepaskanlah arwah yang seharusnya kembali pada-Nya! Kalian tak berhak untuk memilikinya!" Teriak Mbah Sugeng menantang.
Tiba-tiba Mbah Sugeng terlempar dari tempatnya berdiri. Seakan-akan ada yang melemparkannya. Rina dan Satrio hanya terpaku melihatnya. Dari hidung Mbah Sugeng keluar darah. Namun ia bangkit kembali untuk memberi serangan balik. Dia mengeluarkan kris tua dari sakunya. Kris tersebut kelihatannya berumur cukup lama dan mempunyai kekuatan mistis.
"Kali ini aku akan serius menghadapi kalian para jin terkutuk!" Tantang Mbah Sugeng. Terdengar semacam suara mendesis seperti ular dari kejauhan. Mbah Sugeng kelihatanya mulai kelelahan menghadapi para jin tersebut. Namun serangan terakhir Mbah Sugeng sepertinya berhasil. Dia menghunuskan kris ke satu titik yang tiba-tiba bersinar terang. Lalu dia terduduk dan berkata "Dengan ijin Alloh, akhirnya kalian dapat kukalahkan. Pergilah dari sini! Lepaskan anak itu. ini bukan tempat yang pantas buat kalian. Buatlah kerajaan lain di tempat yang sepi, bukan ditempat keramaian seperti ini!"
Seolah-olah ada mahkluk lain yang masuk ke tubuh Mbah Sugeng, lalu dia tersadar dan menutup kembali krisnya tersebut. "Arwah Danu teman kalian sudah bebas sekarang, dia sebentar lagi akan pergi dari sini. Ucapkanlah kata perpisahan untuknya." Kata Mbah Sugeng lirih.
"Danu... Aku kangen kamu. Semoga arwahmu tenang di sana ya. Kamu akan tetap ada di hati aku. Aku sayang kamu Danu.." Kata Rina yang perlahan meneteskan air matanya.
"Iya Dan. Lo sahabat gue yang paling baik. Semoga arwah lo tenang di sana ya Dan. Sampai kapanpun gue dan Rina ga akan ngelupain lo. Selamat tinggal Danu." Kata terakhir dari Satrio kepada Danu dan matanya pun berkaca-kaca.
Suasana saat itu begitu mencekam dan mengharukan. Akhirnya arwah Danu telah terbebas dari tahanan para jin yang ingin menikahinya. Danu kini betul-betul telah pergi, meninggalkan orang-orang yang menyayanginya. Beberapa minggu kemudian, kehidupan Rina kembali normal. Di dalam mimpinya, ia tak pernah lagi didatangi oleh Danu. Namun kenangannya bersama Danu tetap membekas dibenaknya, yang perlahan terkubur dengan beriringnya waktu.
Memang kawasan jalanan tersebut terkenal cukup angker. Sering terjadi hal-hal aneh pada saat pengendara melewati jalan perempatan tersebut. Paranormal pun sempat didatangkan untuk melihat bagaimana aktifitas gaib di sana. Benar sekali, banyak terdapat mahkluk-mahkluk selain manusia di sana. Seperti ada sebuah kerajaan makhluk halus, dan mereka tidak senang kalau ada orang yang melewati jalanan tersebut. Sehingga mereka suka sekali mengganggu para pengguna jalan. Dengan menampakkan diri mereka langsung ke pengguna jalan. Ada juga yang membuyarkan pandangan pengendara mobil dan sepeda motor.
Rina dan Satrio merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan teman mereka. Mereka berdua adalah teman dari Danu yang mengalami kecelakaan mobil di trotoar angker itu. Rina merasa kepergian Danu sangat menyakitkan baginya, pasalnya Rina dan Danu memiliki kedekatan hubungan lebih dari teman. Satrio adalah sahabat Danu, dia juga tak bisa menerima kejadian tersebut begitu saja. Dengan rasa peduli terhadap Danu dan Rina, Satrio siap membantu Rina membuka kejanggalan kecelakaan yang dialami Danu.
Permulaan Rina dan Satrio mengunjungi rumah salah satu warga yang tinggal dekat dengan trotoar angker tersebut.
"Permisi, Pak. Saya Satrio dan ini Rina, kami teman dari pengemudi yang mengalami kecelakaan minggu lalu."
"Oh, iya iya ada apa ya Dek?" Tanya pria itu heran.
"Saya dan teman saya ini, masih belum menerima penyebab kecelakaan teman saya Danu itu. Polisi menyimpulkan bahwa Danu dalam kondisi mabuk pada saat itu. Setau saya, Danu bukanlah seorang peminum. Apalagi tidak ditemukan botol minuman keras di mobilnya. Bisa Bapak jelaskan apa kira-kira yang terjadi di sana?"
"Oh begini ya Dek. Sebenarnya saya dan warga sini juga sudah mengetahui apa sebenarnya penyebab kecelakaan itu. Mereka melewati kerajaan makhluk halus Dek. Tanpa ngucapkan permisi atau sembrono gitu. Mungkin mereka melihat sesosok wanita yang sering muncul tiba-tiba di jalan. Lalu banting stri dan menabrak trotoar."
"Kerajaan? Kerajaan apa Pak? Dan siapa wanita itu Pak" Tanya Rina kaget.
"Hmm... Kerajaan Jin, Dek. Wanita itu adalah anak dari raja jin di situ. Dia suka sekali mengganggu pengguna jalan." jawabnya pelan.
"Serius Pak? Masa masih ada sih hal-hal seperti itu di kota Jakarta ini." Tanya Danu tidak percaya.
"Iya Dek. Mungkin sudah lama kerajaan itu berdiri. Dari zaman penjajahan Belanda mungkin sudah ada. Tapi orang di sini, sudah terbiasa dengan hal itu. Kebanyakan kecelakaan terjadi dari orang-orang yang bukan berasal dari sini. Semacam permintaan korban gitu."
Mendengar cerita dari bapak itu, Rina dan Satrio mulai merinding. Tetapi, mereka akan baru memulai kegilaan ini dengan mendatangi lokasi kecelakaan Danu dan kawan-kawan lain, untuk memecahkan misteri dari perempatan jalan tersebut. Soalnya di dalam mimpi, Rina sering didatangi oleh Danu yang mengatakan bahwa arwahnya masih terjebak di tempat ia mengalami insiden kecelakaan maut tersebut. Semakin menambah ngeri situasi saat itu. Mereka tidak mempersiapkan apa-apa untuk datang ke lokasi tersebut, hanya dengan keyakinan penuh mereka siap menerima apapun risiko yang akan terjadi.
"Ya sudah entar malam, sekitar jam 11 kita ke sana. Kamu berani kan?" Tanya Satrio ke Rina.
"Agak takut sih, tapi ya ga mau kita harus tetap ke sana. Kamu ada kenalan orang pintar gitu? Bawa aja nanti ke sana ya Sat."
"Oh, ada ada. Mbah Sugeng, tetangga aku. Dia sepertinya bisa membantu kita. Entar aku ngomong sama dia."
Malam itu, Satrio mendatangi rumah Mbah Sugeng yang tidak beberapa jauh dari rumahnya. Mbah Sugeng memang cukup terkenal di daerah itu. Dia sering panggil ketika ada orang yang kesurupan. Terkadang ada juga orang yang berobat dan ada mencari peruntungan hidup dengannya. Tapi Mbah Sugeng menolak dipanggil dukun, dia lebih senang disebut orang yang diberi kemampuan lebih oleh Tuhan.
"Malam mbah, apa mbah ada waktu malam ini? Saya perlu bantuan mbah". Karna mbah 'orang yang pintar', dia sudah tahu maksud kedatangan Satrio malam itu.
"Hmm.. Oke Sat. Saya sudah tahu maksud kedatangan kamu. Ya sudah, entar saya kabarin lagi." Jawab Mbah Sugeng santai.
"Terimakasih banyak mbah, kalau soal biaya entar saya beri lebih deh."
"Tidak usah Sat, mbah juga ada keperluan lain di sana. Nanti kamu cukup sediain ayam kampung hitam satu ekor. Itu aja Sat. Ya sudah, mbah ada keperluan lain. Mbah pergi dulu."
"Oh terimakasih banyak mbah.". Satrio langsung bergegas mencari ayam kampung hitam yang disuruh oleh Mbah Sugeng tadi. Satrio menghubungi Rina kalau Mbah Sugeng sudah mau ikut nanti malam.
Rina sepertinya kelihatan ragu-ragu untuk ikut ke sana. Kondisi tubuhnya sedang tidak fit saat ini. Namun, demi rasa sayangnya kepada Danu, ia harus ikut dalam perjalanan misteri ini. "Danu adalah orang yang aku sayang, walaupun dia sudah tidak, dia akan tetap ada di ruang khusus di hatiku ini."
Bersama Mbah Sugeng, Satrio menjemput Rina dengan mobil di kediamannya, komplek perumahan Cempaka Asri. "Rin, siap-siap ya. Aku sama Mbah uda di jalan kerumahmu.". Rina langsung bersiap-siap dan menunggu di ruang tamunya. Orangtua Rina tidak mengetahui kalau Rina akan pergi ke sana. Pasti saja orangtua Rina tidak mengizinkannya. Rina hanya bilang kalau dia akan pergi menginap di rumah salah seorang temannya.
Setelah menjemput Rina, mereka langsung bergegas menuju lokasi maut tersebut. Sepanjang jalan menuju ke sana, Rina selalu terbayang oleh wajah Danu. Seolah-olah Danu sudah menunggu kedatangannya. "Mbah, apa benar arwahnya Danu masih dilokasi itu? Tanya Rina penasaran. "Benar Dek, arwahnya Danu 'tersangkut' di sono. Ada sosok jahat yang menahan arwahnya. Saya akan coba membebaskannya dengan izin Yang Maha Kuasa.". Rina sangat kaget mendengarnya, sama seperti mimpinya kalau Danu meminta dibebaskan dari tempat itu, seolah-olah dia sedang terpenjara.
Sesampainya di sana, terlihat Mbah Sugeng mulai mengadakan ritual. Dia membakar menyan dan memotong leher ayam yang dipesannya tadi kepada Satrio. Rina dan Satrio hanya terdiam melihatnya, mereka cukup ketakutan ketika melihat darah ayam itu bercucuran. Mbah Sugeng menyalakan rokok dan meletakkannya di piring kecil. Terdapat beberapa macam bunga di situ. Situasi yang sangat mencekam. Tiba-tiba si Mbah seperti berkomat-kamit dalam bahasa Jawa. Tak dapat dimengerti dan tak begitu jelas apa yang diucapkannya. Lalu dia bercerita kepada Rina dan Satrio kalau arwah Danu ditahan dan akan dinikahkan dengan anak dari kerajaan jin tersebut. Sontak saja Rina kaget mendengarnya.
"Tidak mungkin mbah, ini ga boleh terjadi!" Teriak Rina.
"Iya, Mbah juga tak akan membiarkan hal ini. Seharusnya arwah Danu sudah seharusnya kembali kepada-Nya. Saya akan berusaha untuk membebaskannya."
Rina begitu histeris saat ini. Dia terkulai lemas, dan perlahan matanya memerah. Tiba-tiba dia berbicara pelan. "Pergi.. Pergi kalian dari sini! Aku tak akan melepasnya!". Seperti ada sosok lain yang masuk ke dalam tubuh Rina. Dia merontah-rontah. Satrio langsung memegang erat tubuh Rina. Mbah Sugeng langsung mengambil posisi untuk berdialog dengan sosok yang ada di dalam tubuh Rina.
"Kamu sopo? Kenapa kamu mengganggu kami?" Tanya mbah memberi perlawanan.
"Koe yang sopo! Jangan mengusik ketenangan kami! Pergi koe! Dia (Danu) milikku! Aku akan menikah dengannya! Aku trisno dia!".
"Ora iso! Kamu iku jin! Menikahlah dengan kaummu! Bukan dengan dia!"
Sepertinya sosok yang masuk ke dalam tubuh Rina adalah anak dari kerajaan jin tersebut. Dia bersih-keras untuk menikah dengan Danu. Si mbah langsung melakukan gerakan dan berkomat-kamit tidak begitu jelas. Dia menyemburkan air rendaman bunga tujuh rupa ke wajah Rina. Beberapa detik kemudian Rina terkulai lemas dan perlahan sadar.
"Ada apa denganku Sat?" Tanyanya lemah.
"Tadi kamu dirasuki sama jin yang mau nikahi arwahnya Danu, Rin"
"Wah, terus apa yang dia bilang?" Tanya Rina penasaran.
"Jin itu bersihkeras mau menikah dengan arwahnya Danu. Dia ga suka akan kedatangan kita kemari. Tapi tadi si mbah akan berusaha membebaskan Danu kok, tenang aja."
Terlihat Mbah Sugeng memulai ritualnya kembali. Dia kelihatannya serius kali ini untuk melawan para jin yang menahan Danu. Suasana sangat mencekam saat itu, ditambah angin yang cukup kencang menambah suasana menjadi semakin mistis.
"Wahai kalian penguasa tempat ini! Tahukan kalian kalau Alloh lebih kuat dari kalian? Lepaskanlah arwah yang seharusnya kembali pada-Nya! Kalian tak berhak untuk memilikinya!" Teriak Mbah Sugeng menantang.
Tiba-tiba Mbah Sugeng terlempar dari tempatnya berdiri. Seakan-akan ada yang melemparkannya. Rina dan Satrio hanya terpaku melihatnya. Dari hidung Mbah Sugeng keluar darah. Namun ia bangkit kembali untuk memberi serangan balik. Dia mengeluarkan kris tua dari sakunya. Kris tersebut kelihatannya berumur cukup lama dan mempunyai kekuatan mistis.
"Kali ini aku akan serius menghadapi kalian para jin terkutuk!" Tantang Mbah Sugeng. Terdengar semacam suara mendesis seperti ular dari kejauhan. Mbah Sugeng kelihatanya mulai kelelahan menghadapi para jin tersebut. Namun serangan terakhir Mbah Sugeng sepertinya berhasil. Dia menghunuskan kris ke satu titik yang tiba-tiba bersinar terang. Lalu dia terduduk dan berkata "Dengan ijin Alloh, akhirnya kalian dapat kukalahkan. Pergilah dari sini! Lepaskan anak itu. ini bukan tempat yang pantas buat kalian. Buatlah kerajaan lain di tempat yang sepi, bukan ditempat keramaian seperti ini!"
Seolah-olah ada mahkluk lain yang masuk ke tubuh Mbah Sugeng, lalu dia tersadar dan menutup kembali krisnya tersebut. "Arwah Danu teman kalian sudah bebas sekarang, dia sebentar lagi akan pergi dari sini. Ucapkanlah kata perpisahan untuknya." Kata Mbah Sugeng lirih.
"Danu... Aku kangen kamu. Semoga arwahmu tenang di sana ya. Kamu akan tetap ada di hati aku. Aku sayang kamu Danu.." Kata Rina yang perlahan meneteskan air matanya.
"Iya Dan. Lo sahabat gue yang paling baik. Semoga arwah lo tenang di sana ya Dan. Sampai kapanpun gue dan Rina ga akan ngelupain lo. Selamat tinggal Danu." Kata terakhir dari Satrio kepada Danu dan matanya pun berkaca-kaca.
Suasana saat itu begitu mencekam dan mengharukan. Akhirnya arwah Danu telah terbebas dari tahanan para jin yang ingin menikahinya. Danu kini betul-betul telah pergi, meninggalkan orang-orang yang menyayanginya. Beberapa minggu kemudian, kehidupan Rina kembali normal. Di dalam mimpinya, ia tak pernah lagi didatangi oleh Danu. Namun kenangannya bersama Danu tetap membekas dibenaknya, yang perlahan terkubur dengan beriringnya waktu.
Kamis, 24 Mei 2012
Amarah dan Cinta
Malam itu, hujan terlihat turun cukup deras di daerah Komplek Cempaka
Indah kawasan Bekasi. Dedaunan menunduk diterpa oleh tetesan hujan,
seolah-olah daun pun mensyukuri kenikmatan yang diberikan Tuhan.
Di
kejauhan tampak sepasang bola mata diguyur oleh airmata yang menetes
dengan pelannya. Yang hanya ditemani oleh lantunan tembang lawas,
mungkin lagu tahun 70an. Serasa kembali ke masa kakek-nenek kita. Mirha
memang cukup suka mendengar lagu seperti itu, karna orangtuanya cukup
sering memutar lagu semacam itu sejak ia masih kecil hingga sekarang.
Mirha
Rinaldi adalah wanita muda berusia sekitar 18 tahun. Kulit putih bersih
dan paras wajahnya yang cantik, sangat mirip dengan ibunya. Pantas saja
banyak lelaki yang berlomba untuk menarik perhatiannya. Ia berkuliah
disalah satu universitas swasta di Jakarta. Dia hanya tinggal berdua
bersama ayahnya, karna ibunya sudah meninggal setahun yang lalu.
Tampak
sambil menangis ia memeluk foto almarhum ibunya, dan berkata, "Ma...
Mirha kangen mama". Malam ini pun mungkin ikut bersedih menemani
kepiluan hati Mirha. Dan Mirha pun tertidur sambil memeluk foto ibunya.
Keesokan
harinya, terlihat mata Mirha sedikit sembab akibat menangis semalaman.
Buru-buru dia mencuci matanya karna takut ayahnya tahu kalau Mirha
menangis lagi. Ayahnya tak suka jika Mirha terus-terusan bersedih akibat
kepergian ibunya.
"Hari ini hari minggu, jadi papa gak pergi
ngantor. Hmm.. gimana yah kalo aku ngajak papa jalan-jalan keluar,
sekalian refreshing pikiran, hehe." katanya dalam hati. Lalu Mirha
menghampiri papanya yang sudah menantinya di meja makan.
"Kok lama
banget kamu bangunnya? Pasti tadi malam bergadang lagi kan sambil
Facebookan? Sini ayo cepat makan, ada yang mau papa bilang setelah itu"
seru papa.
"Hehe.. Papa tau aja, (padahalkan aku nangis sampai ketiduran tadi malam, hikshiks" seru Mirha.
-#-
Setelah
selesai sarapan, papa mengajak Mirha ke halaman belakang untuk
berbicara. "Mir.. ada yang papa mau omongin ke kamu, tapi papa takut
kamu gak bisa terima dengan perkataan papa ini" kata papa dengan nada
sedikit takut.
"Mau ngomongin apa pa? Ngomong aja pa, gak apa-apa kok" seru Mirha dengan heran.
"Yauda papa akan ngomong. Begini Mir, kita kan cuma berdua tinggal di rumah ini selain si mbok. Apa kamu gak kesepian?
"Maksud papa kesepian gimana?"
"Maksud papa. Anu.. Eh.. Apa kamu gak butuh perhatian lebih selain dari papa?"
"Owh,
kan ada Mbok Inah pa. Mbok Inah perhatian banget kok sama Mirha.
Ditambah dengan perhatian papa ke Mirha itu udah cukup kok pa."
"Maksud papa, apa kamu gak butuh kasih sayang dari seorang ibu?"
"Mirha
ngerti. Papa mau menikah lagi kan? Mirha gak butuh kasih sayang dari
wanita lain pa. Kasih sayang yang uda papa berikan buat Mirha itu uda
cukup pa. Lagian mama baru setahun lalu meninggal. Apa papa uda gak
sayang lagi sama mama?!" jawab Mirha menangis dan sedikit marah,
Tanpa mendengarkan penjelasan papa, Mirha langsung berlari ke kamar.
Besambung...
Langganan:
Postingan (Atom)










.jpg)



