Nama : Willy Firdaus
NIM : 209210030
Kelas : A Nondik 2009/ Prodi Sastra Indonesia
Berita Pertama
Taman Buaya Asam Kumbang, Daya Tarik Kota Medan
Medan: Mengunjungi salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik di Kota Medan, Taman Buaya Asam Kumbang, Kamis (10/5) 16.00 WIB. Berbagai jenis
buaya dapat kita temui di sana.
Bagi
pencipta reptil jenis buaya, pasti Anda sudah mengenal Taman Buaya Asam
Kumbang. Karena, Taman Buaya Asam Kumbang merupakan taman reptil terbesar yang ada
di Indonesia. Terdapat sekitar dua ribu lebih reptil di sana, hingga ada beberapa
buaya yang hampir berumur 40 tahun.
![]() |
| Buaya yang berumur 37 tahun |
Taman ini
bermula dari hobi pria keturunan Tiong Ha, Lo Tham Muk yang memelihara hewan
reptil sekitar tahun 1959. Awalnya dia hanya memelihara dua belas ekor buaya
saja, namun terus berkembangbiak hingga mencapai ribuan ekor.
![]() |
| Puluhan ekor buaya sedang berjemur |
Taman
buaya ini terletak di Desa Asam Kumbang, Medan Sunggal, Sumatera Utara. Tidak
begitu jauh dari pusat Kota Medan, hanya memerlukan waktu satu jam untuk
menempuh perjalanan ke sana.
Hanya
dengan membayar tiket Rp. 2.000 untuk anak-anak dan Rp. 5.000 untuk orang dewasa,
para pengunjung yang datang dari berbagai daerah dapat berkeliling dan melihat
tingkah-laku hewan yang buas ini. Para pengunjung juga dapat berinteraksi
langsung dengan cara memberikan makan kepada buaya dengan membeli seekor itik
seharga Rp. 30.000 saja. Untuk lebih jelas, di bawah ini disajikan videonya.
Taman ini
buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dan pada saat musim liburan,
jumlah pengunjung dapat mencapai 300 orang per hari. (30/5)
Berita Kedua
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara yang Mulai Terlupakan
Medan: Museum yang terletak di Kota Medan
ini mulai terlupakan seiring berjalannya waktu. Padahal museum tersebut dulu merupakan
salah satu tempat wisata yang dibanggakan oleh warga Medan.
![]() |
| Halaman depan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara |
Museum
Negeri Provinsi Sumatera Utara diresmikan pertama sekali tanggal 19 April 1982
oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr, Daoed Yoesoef, namun peletakkan
koleksi pertama dilakukan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno tahun 1954
berupa makara. Sehingga museum ini lebih dikenal dengan nama Gedung Arca.
Secara
arsitektur, bentuk bangunan induk museum ini menggambarkan rumah tradisional
daerah Sumatera Utara. Pada bagian atap depan dipenuhi dengan ornamen dari
etnis Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias.
Museum
yang terletak di Jl. H.M. Joni no. 51 Medan ini dulu merupakan salah satu
tempat wisata yang sangat dibanggakan warga Medan. Namun, seiring berjalannya
waktu museum ini seakan-akan mulai terlupakan. Bahkan ada beberapa orang yang
Medan asli tidak mengetahui keberadaan museum ini. Hal itu sangat disayangkan
sekali, karena museum ini merupakan sumber pengetahuan nyata yang dapat kita
pelajari. Di bawah ini akan disajikan beberapa koleksi-koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.
![]() |
| Peralatan untuk hidup terbuat dari batu yang digunakan oleh manusia purba |
![]() |
| Alat transportasi air yang digunakan masyarakat Danau Toba |
![]() |
| Kain tenun dari suku Melayu |
![]() |
| Permaianan zaman dulu dari berbagai daerah di Indonesia |
![]() |
| Peti mati dari daerah Nias Selatan |
![]() |
| Fosil dari gajah purba |
Tindakkan pemerintah
dalam memajukan sektor parawisata saat ini memang mulai terlihat. Walaupun Museum
Negeri Provinsi Sumatera Utara ini kurang diminati wisatawan lokal, namun
beberapa wisatawan asing masih dapat menyempatkan waktunya untuk berjunjung ke
museum tersebut. Waktu berkunjung ke museum dimulai dari hari Selasa sampai hari Minggu, pukul 08.30-12.00 dan
13.30-17.00 dengan membayar tiket seharga Rp. 750 per orang. (30/5)
Berita Ketiga
Medan: Medan adalah kota metropolitan yang masih
berkutat dengan masalah kebersihan. Pemkot dituntut untuk lebih serius
menangani masalah kebersihan Taman Teladan Medan.
Taman Teladan merupakan salah satu tempat yang cocok untuk berekreasi melepaskan
penat setelah beraktifitas seharian. Namun, sekarang ini taman tersebut sudah
mulai tidak nyaman lagi untuk dikunjungi. Pasalnya sampah yang betebaran di
Taman Teladan mulai menggangu pemandangan mata kita. Padahal taman ini setiap
hari ramai di kunjungi oleh muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama teman
atau keluarga.
![]() |
| Kondisi Taman Teladan |
![]() |
| Para mahasiswa sedang belajar bersama |
![]() |
| Di malam hari tampak sampah bertebaran di Taman Teladan |
![]() |
| Anak-anak sedang berjualan di depan pintu masuk taman |
Pemko Medan harus bertindak lebih baik dalam memperhatikan kondisi ini. Keseriusan
Pemko Medan sangat dituntut dalam menciptakan suasana Medan yang bersih.
Medan adalah kota metropolitan yang sudah seharusnya bersih, sehat,
tertib, aman, dan rapi, bukan hanya sebatas slogan para pelaksana kota ini.
(30/5)









.jpg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar