Rabu, 30 Mei 2012

Kabar dari Medan

Tugas Akhir Membuat Berita dari Mata Kuliah Menulis Jurnalistik Elektronik
Nama  : Willy Firdaus
NIM    : 209210030
Kelas   : A Nondik 2009/ Prodi Sastra Indonesia




Berita Pertama

Taman Buaya Asam Kumbang, Daya Tarik Kota Medan

Medan: Mengunjungi salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik di Kota Medan, Taman Buaya Asam Kumbang, Kamis (10/5) 16.00 WIB. Berbagai jenis buaya dapat kita temui di sana.
Bagi pencipta reptil jenis buaya, pasti Anda sudah mengenal Taman Buaya Asam Kumbang. Karena, Taman Buaya Asam Kumbang merupakan taman reptil terbesar yang ada di Indonesia. Terdapat sekitar dua ribu lebih reptil di sana, hingga ada beberapa buaya yang hampir berumur 40 tahun.

Buaya yang berumur 37 tahun
Taman ini bermula dari hobi pria keturunan Tiong Ha, Lo Tham Muk yang memelihara hewan reptil sekitar tahun 1959. Awalnya dia hanya memelihara dua belas ekor buaya saja, namun terus berkembangbiak hingga mencapai ribuan ekor.
Puluhan ekor buaya sedang berjemur
Taman buaya ini terletak di Desa Asam Kumbang, Medan Sunggal, Sumatera Utara. Tidak begitu jauh dari pusat Kota Medan, hanya memerlukan waktu satu jam untuk menempuh perjalanan ke sana.

Hanya dengan membayar tiket Rp. 2.000 untuk anak-anak dan Rp. 5.000 untuk orang dewasa, para pengunjung yang datang dari berbagai daerah dapat berkeliling dan melihat tingkah-laku hewan yang buas ini. Para pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan cara memberikan makan kepada buaya dengan membeli seekor itik seharga Rp. 30.000 saja. Untuk lebih jelas, di bawah ini disajikan videonya.
Taman ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dan pada saat musim liburan, jumlah pengunjung dapat mencapai 300 orang per hari. (30/5)


Berita Kedua

Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara yang Mulai Terlupakan

Medan: Museum yang terletak di Kota Medan ini mulai terlupakan seiring berjalannya waktu. Padahal museum tersebut dulu merupakan salah satu tempat wisata yang dibanggakan oleh warga Medan.
Halaman depan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara diresmikan pertama sekali tanggal 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr, Daoed Yoesoef, namun peletakkan koleksi pertama dilakukan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno tahun 1954 berupa makara. Sehingga museum ini lebih dikenal dengan nama Gedung Arca.
Secara arsitektur, bentuk bangunan induk museum ini menggambarkan rumah tradisional daerah Sumatera Utara. Pada bagian atap depan dipenuhi dengan ornamen dari etnis Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias.
Museum yang terletak di Jl. H.M. Joni no. 51 Medan ini dulu merupakan salah satu tempat wisata yang sangat dibanggakan warga Medan. Namun, seiring berjalannya waktu museum ini seakan-akan mulai terlupakan. Bahkan ada beberapa orang yang Medan asli tidak mengetahui keberadaan museum ini. Hal itu sangat disayangkan sekali, karena museum ini merupakan sumber pengetahuan nyata yang dapat kita pelajari. Di bawah ini akan disajikan beberapa koleksi-koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.
Peralatan untuk hidup terbuat dari batu  yang digunakan
oleh manusia purba
Alat transportasi air yang digunakan masyarakat
Danau Toba
Kain tenun dari suku Melayu
Permaianan zaman dulu dari berbagai daerah di Indonesia
Peti mati dari daerah Nias Selatan
Fosil dari gajah purba
Beberapa alasan yang membuat museum ini seakan terlupakan adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap perenovasian gedung-gedung yang sudah menua, koleksi-koleksi yang terdapat di dalam museum pun sudah berumur cukup tua, tidak banyak penambahan dan ada beberapa koleksi yang sudah rusak tapi tetap dipajang. Hal itu membuat para pengunjung bosan untuk berkunjung ke lain waktu.
Tindakkan pemerintah dalam memajukan sektor parawisata saat ini memang mulai terlihat. Walaupun Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara ini kurang diminati wisatawan lokal, namun beberapa wisatawan asing masih dapat menyempatkan waktunya untuk berjunjung ke museum tersebut. Waktu berkunjung ke museum dimulai dari hari Selasa sampai hari Minggu, pukul 08.30-12.00 dan 13.30-17.00 dengan membayar tiket seharga Rp. 750 per orang. (30/5)


Berita Ketiga

Medan: Medan adalah kota metropolitan yang masih berkutat dengan masalah kebersihan. Pemkot dituntut untuk lebih serius menangani masalah kebersihan Taman Teladan Medan.
Taman Teladan merupakan salah satu tempat yang cocok untuk berekreasi melepaskan penat setelah beraktifitas seharian. Namun, sekarang ini taman tersebut sudah mulai tidak nyaman lagi untuk dikunjungi. Pasalnya sampah yang betebaran di Taman Teladan mulai menggangu pemandangan mata kita. Padahal taman ini setiap hari ramai di kunjungi oleh muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
Kondisi Taman Teladan
Para mahasiswa sedang belajar bersama
Di sepanjang  dan sekitar taman, banyak pedagang kaki lima yang berjualan. Sampah dari pedagang-pedagang ini terkadang di tinggal begitu saja seusai mereka berjualan. Ditambah lagi para pengunjung yang membuang sampah di sembarang tempat. Apalagi kolam air pancur yang terdapat di tengah-tengah taman, airnya sudah sangat keruh. Tetapi malah dijadikan tempat mandi oleh anak-anak jalanan yang bermain di sekitar taman. Jadi, jangan heran ketika Anda berkunjung ke Taman Teladan, Anda akan menemukan sampah dimana-mana.
Di malam hari tampak sampah bertebaran
di Taman Teladan
Anak-anak sedang berjualan di depan pintu masuk taman
Kesadaran masyarakat Medan membuang sampah pada tempatnya memang masih minim. Ini di perparah oleh kurangnya fasilitas seperti tempat pembuangan sampah yang memadai. Tidak dijumpai adanya tong atau tempat sampah di beberapa titik, hanya terdapat satu tempat pembuangan sampah di pintu masuk samping, itu pun dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Sampahnya sudah menggunung dan meluber hingga hampir menutupi jalan masuk samping. Mungkin ini juga menjadi faktor masyarakat membuang sampah di sembarang tempat.
Pemko Medan harus bertindak lebih baik dalam memperhatikan kondisi ini. Keseriusan Pemko Medan sangat dituntut dalam menciptakan suasana Medan yang bersih.  Medan adalah kota metropolitan yang sudah seharusnya bersih, sehat, tertib, aman, dan rapi, bukan hanya sebatas slogan para pelaksana kota ini. (30/5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar